Mendekatkan Diri Dengan Al-Qur'an

Mendekatkan Diri Dengan Al-Qur'an

Al Quran adalah kitab suci yang berisi tentang petunjuk utama bagi umat manusia, menuntun pada jalan kebenaran, keselamatan, dan kebahagiaan di dunia serta akhirat. Oleh sebab itu, sebagai orang yang beriman hendaknya kita selalu mendekatkan diri dengan Al Quran, agar mendapatkan keberkahan dan kemuliaan didalamnya, 

Alloh berfirman :

كِتَابٌ أَنْزَلْنَاهُ إِلَيْكَ مُبَارَكٌ لِيَدَّبَّرُوا آيَاتِهِ وَلِيَتَذَكَّرَ أُولُو الْأَلْبَابِ

“Ini adalah sebuah kitab yang kami turunkan kepadamu penuh dengan berkah supaya mereka memperhatikan ayat-ayatnya dan supaya mendapat pelajaran orang-orang yang mempunyai fikiran.” (Q.S. Shâd : 29)

Hal itu juga dikuatkan oleh hadis nabi :

إِنَّ اللَّهَ  يَرْفَعُ  بِهَذَا الْكِتَابِ  أَقْوَامًا  وَيَضَعُ  بِهِ  آخَرِينَ

“Sesungguhnya Allah mengangkat derajat suatu kaum dengan kitab ini (al-Qur'an) dan merendahkan sebagian yang lain dengan kitab ini pula.” (HR : Muslim).

Ada 5 cara agar kita bisa lebih dekat dengan Al Qur`an, yaitu :

  1. Membacanya

Sayyid Bakri bin Sayyid Muhammad Syatha Ad-Dimyathi dalam karyanya Kifayatul Atqiya wa Minhajul Ashfiya menyebutkan keutamaan membaca Al-Qur’an, yaitu :

تلاوة القرآن العظيم من أفضل العبادات وأعظم القربات وأجل الطاعات وفيها أجر عظيم وثواب كريم  

Artinya : “Aktivitas membaca Al-Qur’an merupakan salah satu ibadah yang paling utama, taqarub teragung, dan ketaatan terbesar. Di dalamnya terdapat pahala yang besar dan ganjaran mulia”

  1. Menghafalkannya

Menghafal adalah sarana agar lebih dekat dengan Al Qur`an, karena penghafal Al Quran akan selalu termotivasi untuk membacanya baik dalam rangka mengulang atau pun menambah hafalan, kedudukannya berbeda dengan lainnya karena memiliki keutamaan khusus, sebagaimana hadis nabi :

يُقَالُ لِصَاحِبِ  الْقُرْآنِ  اقْرَأْ وَارْتَقِ وَرَتِّلْ كَمَا كُنْتَ تُرَتِّلُ فِي الدُّنْيَا فَإِنَّ مَنْزِلَكَ عِنْدَ آخِرِ آيَةٍ  تَقْرَؤُهَا

Dikatakan kepada  Shahibul Qur`an “Bacalah dan naiklah dan bacalah dengan tartil sebagaimana engkau membacanya di dunia dan sesungguhnya kedudukanmu nanti tergantung pada ayat terakhir yang kamu baca.

 (HR : Tirmidzi dan Abu Dawud).

Selain keutamaan untuk dirinya, seorang penghafal qur’an/ ahlul qur’an juga akan mendatangkan keutamaan bagi orangtuanya. Dia akan menjadi perantara orangtuanya mendapat mahkota cahaya di akhirat nanti.

  1. Memahaminya/Mentadabburi

Kedekatan itu akan timbul manakala kita memahami maksud yang ada didalamya.

Alloh Ta`ala berfirman :

أَفَلَا يَتَدَبَّرُونَ الْقُرْآنَ أَمْ عَلَىٰ قُلُوبٍ أَقْفَالُهَا

"Maka tidakkah mereka menghayati Al-Qur'an ataukah hati mereka sudah terkunci?.” (Q.S. Muhammad : 24)

Dalam tafsir jalalayn dijelaskan tentang makna ayat ini yaitu : (Maka apakah mereka tidak memperhatikan Alquran) yang dapat membimbing mereka untuk mengetahui perkara yang hak (ataukah) sebenarnya (pada hati) mereka (terdapat kuncinya) karena itu mereka tidak dapat memahami kebenaran.

Barangsiapa yang mentadaburi Al-Quran kemudian memahami makna-maknanya, memikirkan kandungan isinya maka ia akan meraih kemuliaan yang tinggi, keridhaan dari Allah Taala serta ia akan senantiasa diberi taufik dalam kehidupannya. Ibnul Qoyyim rahimahullah berkata, Tidak ada hal yang lebih bermanfaat bagi seorang hamba selain mengisi hidupnya dengan tadabur Al-Quran Al-Karim

  1. Mengamalkan

Bukti dari kedekatan kita itu adalah dengan mengamalkan isi kandungannya.

Dalam hadis nabi :

والْقُرْآنُ حُجَّةٌ لَكَ، أَوْ عَلَيْكَ 

 “Al-Qur’an itu bisa menjadi pembelamu atau musuhmu.” (H.R. Muslim).

 

Hadis ini menjadi dalil bahwa kita harus beramal dengan Al-Qur’an, mematuhi apa yang diperintahkan dan dilarang di dalamnya, dan dia (Al-Qur’an) akan menjadi pembela bagi orang-orang yang beramal dengannya, dan mengikuti apa yang ada di dalamnya, dan dia (Al-Qur’an) juga bisa menjadi musuh bagi orang-orang yang tidak beramal dengannya, dan tidak mengikuti apa yang ada di dalamnya.

 

Barangsiapa yang mengamalkannya, merekalah orang-orang yang berbahagia, namun barangsiapa yang menyelisihinya, merekalah orang-orang yang celaka.

Allah Ta’ala berfirman,

وَمَنْ أَعْرَضَ عَنْ ذِكْرِي فَإِنَّ لَهُ مَعِيشَةً ضَنْكًا وَنَحْشُرُهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ أَعْمَى

“Dan barangsiapa berpaling dari peringatan-Ku, maka sesungguhnya baginya penghidupan yang sempit, dan Kami akan menghimpunkannya pada hari kiamat dalam keadaan buta.” (QS. Thaha : 124).

  1. Mengajarkan atau mendakwakannya.

Untuk meraih kesempurnaan dalam mendekatkan diri dengan Al Quran adalah dengan mengajarkannya. 

Dalam hadis nabi :

خَيْرُكُمْ  مَنْ تَعَلَّمَ  الْقُرْآنَ  وَعَلَّمَهُ

“Sebaik- baik kalian  adalah orang yang belajar  Al Quran dan mengajarkannya” (HR : Bukhori dan Muslim).

 

Al Hafiz Ibnu Katsir dalam kitabnya Fadhail Quran berkata: Maksud dari hadis diatas adalah bahwa orang yang belajar al Quran dan mengajarkan kepada orang lain merupakan sifat orang mukmin yang mengikuti dan meneladani para rasul. Mereka telah menyempurnakan diri sendiri dan menyempurnakan orang lain. Hal itu merupakan gabungan antara manfaat yang terbatas untuk diri mereka dan yang menular kepada orang lain.

 

Pembaca yang budiman, dengan cara  melakukan 5 hal diatas, maka insya Alloh kita akan lebih dekat lagi dengan Al Qur`an, tentu hal itu harus diringi dengan niat yang ikhlas dengan mengharap ridlo dari Alloh SWT serta komitmen yang kuat untuk mempelajari dan mengamalkannya, selain itu kita juga memohon kepada Alloh Ta`ala agar hati  kita senantiasa terpaut dengan Al Qur`an, sehingga Al Qur`an senantiasa menjadi  penyejuk hati, cahaya dalam dada, penghilang kesedihan, dan pelipur lara kita. 

 

Semoga kita diberikan kemampuan untuk membacanya dengan baik, merenunginya dengan mendalam, serta mengamalkan perintahnya dan menjauhi larangannya. Ya Alloh ya rohman, Angkatlah derajat kami dengannya pada hari kami dihadapkan kepada-Mu. Dan lindungilah kami, ya Allah, dari kelalaian serta sikap berpaling darinya, Aamiin.

 

Wallahu a`lam bis showab