Ramadhan Momentum Untuk Menumbuhkan Kebiasaan Baik
- 25-02-2026
- Rusyadi Warianto
Selasa, 24 Februari 2026 / 8 Ramadhan 1447 H
Masjid Al-Huda, Sambikerep, Surabaya
Imam & Penceramah: Ustaz Handito Sumirat
Alhamdulillahi rabbil ‘alamin, segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam.
Shalawat dan salam semoga tercurah kepada Nabi Muhammad ﷺ, keluarga, sahabat, dan seluruh pengikutnya hingga akhir zaman.
Jamaah shalat Isya dan Tarawih Masjid Al-Huda yang dirahmati Allah,
Puasa bukan sekadar menahan lapar dan dahaga, tetapi juga menahan diri dari segala yang dilarang oleh Allah serta menumbuhkan rasa takut akan azab-Nya. Puasa melatih orang-orang beriman agar terbiasa meninggalkan yang haram dan hanya mencari yang halal.
InsyaAllah, salah satu kebiasaan baik yang harus kita tumbuhkan di bulan Ramadhan adalah menjauhi harta haram.
Pembagian Harta Haram
Haram karena zatnya, seperti daging babi dan khamr.
Haram karena cara memperolehnya, seperti hasil riba, penipuan, korupsi, dan kecurangan.
Bahaya Harta Haram
Minimal terdapat tiga bahaya besar dari harta haram :
1. Mendatangkan murka Allah dan mengikuti langkah setan
Allah berfirman dalam QS. Al-Baqarah: 168–169:
“Wahai manusia, makanlah dari (makanan) yang halal lagi baik yang terdapat di bumi, dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah setan. Sungguh, setan itu musuh yang nyata bagimu.”
Setan menipu manusia dengan menukar yang halal menjadi haram dan menghias keburukan agar tampak baik.
2. Amalan tidak diterima dan doa sulit dikabulkan
Rasulullah ﷺ bersabda:
“Sesungguhnya Allah itu baik dan tidak menerima kecuali yang baik.” (HR. Muslim)
Dalam hadis lain, Nabi ﷺ menyebutkan seseorang yang berdoa dengan penuh harap, namun makanannya haram, pakaiannya haram, dan diberi makan dari yang haram. Maka bagaimana mungkin doanya dikabulkan?
3. Ancaman neraka
Rasulullah ﷺ bersabda:
“Tidaklah daging yang tumbuh dari harta haram, melainkan neraka lebih pantas baginya.” (HR. Tirmidzi)
Beliau juga mengingatkan akan datang suatu zaman ketika manusia tidak peduli lagi apakah harta yang diperoleh halal atau haram.
Penutup
Jamaah yang dirahmati Allah, jangan sampai kita ikut dalam arus tersebut. Kita harus waspada dan bersyukur karena Allah masih memberikan bimbingan kepada kita.
Allah berfirman dalam QS. Al-Isra’: 7:
“Jika kamu berbuat baik, maka kebaikan itu untuk dirimu sendiri, dan jika kamu berbuat jahat, maka kejahatan itu kembali kepada dirimu sendiri.”
Semoga Ramadhan ini menjadi momentum bagi kita untuk menumbuhkan kebiasaan baik, mencari rezeki yang halal, dan menjauhi segala yang haram.
Barakallahu fiikum.
Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
-------------------
Rusyadi Warianto.